Senin, 23 April 2012

Cempala Kuneng (Fauna Identitas Aceh)

Cempala Kuneng atau nama Latinnya Copsychus pyrropygus merupakan salah satu burung kebanggaan rakyat Aceh. Pada masa kejayaan Kerajaan Aceh di bawah Sultan Iskandar Muda (1607 -1636), Cempala Kuneng sudah dikenal dan disebut-sebut dalam berbagai hikayat Aceh. Oleh karena ketenarannya maka burung ini juga dijadikan Fauna Identitas Propinsi Aceh. Burung yang indah ini mudah dikenal karena kekerabatannya dengan Murai Batu. Walaupun tidak memiliki ekor panjang seperti Murai Batu, keindahan burung ini diperlihatkan oleh warnanya yang coklat keabuan tua mengkilap dengan ciri khas sebentuk alis putih di atas mata, serta paruh hitam ramping tajam. Sebagian dada dan perut sampai pangkal ekor dan punggung berwarna kuning kemerahan, sedangkan ujung ekornya berwarna hitam dengan pinggir putih pada bagian bawahnya. Cempala kuneng menghuni hutan yang memiliki banyak cekungan atau lembah sampai ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Habitat utama burung ini adalah kawasan Taman Nasinal Gunung Leuser (TNGL). Burung ini tidak hanya terdapat di Aceh, tetapi juga dapat dijumpai di Sumatera umumnya, Kalimantan dan Semenanjung Malaysia. Tidak seperti Murai Batu yang cenderung memakan serangga, Cempala Kuneng adalah burung yang memakan biji-bijian. Populasi Cempala Kuneng di Aceh saat ini sudah langka sekali dan sudah masuk ke dalam daftar Appendix sebagai fauna yang harus dilindungi.

1 komentar:

  1. Waahh dah langka ternyata. Baru mau pesen. =))

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar atas topik ini.