Sabtu, 07 Desember 2013

Murai Batu Sabang

Burung Murai Batu di atas berasal dari Sabang, pulau paling barat dari wilayah Aceh dan juga Indonesia. MB dari wilayah Sabang cenderung memiliki ekor panjang. Selain itu,ekor putihnya relatif hanya berbentuk noktah atau sering diistilahkan dengan sebutan balak.

Minggu, 14 April 2013

MB Aceh Ekor Pendek

Jumat, 01 Maret 2013

Fenomena MB Ekor Hitam.

MB ekor hitam adalah salah satu spesies Murai Batu yang cenderung hanya dijumpai pada wilayah-wilayah tertentu saja, misalnya Nias, Simeulue, dan Kepulauan Mentawai. Secara fisik, MB ini relatif lebih kecil dibandingkan saudaranya yang memiliki ekor putih. Walaupun ada yang bisa moncer di lomba, tapi sebagian besar MB-MB ekor hitam terkesan inferior dibandingkan MB berekor putih. Data statistik, baik di lomba maupun di latberan, jelas terlihat MB-MB ekor putih jauh lebih mendominasi. Demikian juga dengan harga jualnya, MB ekor hitam relatif lebih murah. Dari aspek ekonomi, ada kecenderungan bahwa harga berbanding lurus dengan kualitas dan tingkat kepuasan yang didapatkan oleh konsumen. Terlepas dari pemaparan di atas, saat ini sedang terjadi kenaikan permintaan terhadapa MB-MB ekor hitam. Pada saat kebutuhan pasar terhadap MB ekor putih belum bisa dipenuhi, baik dari hasil tangkapan hutan yang cenderung semakin berkurang maupun pasokan dari breeder MB yang juga relatif masih kecil, maka MB-MB ekor hitam bisa dikatakan sebagai sebuah alternatif bagi sebagian hobbies MB. Selain unggul dari sisi harga, MB-MB ekor hitam juga cenderung mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mudah untuk diajar ngevoer dan lebih cepat mau berkicau. Permasalahan baru muncul pada saat MB-MB ekor hitam coba untuk dilombakan. Sebagian besar MB-MB ini terlihat keteteran jika dihadapkan dengan MB-MB berekor putih. Kemudian, muncul sebuah pertanyaan. Apakah ada korelasi yang nyata antara warna ekor dengan tingkat keberhasilan seekor MB di lapangan...???? Baik dari sisi mental maupun kicauan. Ingat, kita coba bahas variabel warna ekor saja, walaupun sebenarnya ada banyak variabel yang bisa mempengaruhi tingkat keberhasilan MB di lapangan. Fakta juga sudah menunjukkan bahwa ada MB-MB ekor hitam yang bisa moncer, tapi mengapa tingkat keberhasilannya relatif rendah dibandingkan MB-MB berekor putih. Selain itu, kenapa harga pasar dari MB-MB ekor hitam juga relatif lebih murah. Apakah ini sesuai dengan tingkat kepuasan yang diberikan oleh MB ekor hitam...?? Saya pribadi juga memiliki 1 MB ekor hitam asal Simeulue buat hiburan di rumah.

Kamis, 28 Februari 2013

Murai Batu Muda Hutan

Ini adalah Murai Batu Muda Hutan yang baru saja saya dapatkan dari salah satu kios burung langganan saya yang ada di kawasan Neusu Banda Aceh. Saya angkat MB ini dengan harga perolehan 1.300K. Ekor lumayan, dengan panjang sekitar 20-21 cm. Menurut pemikat yang membawa MB ini ke kios langganan saya, asalnya dari Lam No, Aceh Jaya.

Jumat, 15 Februari 2013

Kebutuhan Mandi pada Murai Batu

Apakah Murai Batu perlu dimandikan setiap hari.........?????????????? Sama seperti manusia, Murai Batu juga membutuhkan mandi. Selain untuk menyegarkan tubuh, mandi juga berguna untuk menghilangkan kotoran yang mungkin melekat pada bagian tubuh dan juga untuk menjaga tingkat stabilitas suhu tubuh, karena Murai Batu adalah hewan berdarah panas, yaitu hewan yang bisa menyesuaikan suhu tubuhnya Lalu, apakah Murai Batu perlu mandi setiap hari....????? Dialamnya, mandi bisa dikatakan sebagai ritual harian wajib buat sebagian besar Murai Batu. Makanya jangan heran, Murai Batu selalu memilih daerah yang memiliki alur sungai sebagai habitatnya. Ini terkait dengan kebutuhan harian akan air baik untuk minum maupun mandi. Kapankah waktu yang tepat untuk memandikan Murai Batu....????? Secara umum, ritual mandi lebih sering dilakukan di pagi hari oleh sebagian besar jenis burung termasuk Murai Batu. Hal ini dilakukan karena setelah mandi burung membutuhkan proses penjemuran untuk mengeringkan bulunya. Matahari yang bersinar di pagi hari yang dianggap sehat dan dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme dalam pembentukan vitamin D adalah waktu terbaik buat Murai Batu untuk berjemur ria. Tapi, adakalanya Murai Batu juga bisa mandi di siang atau sore hari. Ini lebih cenderung karena kebutuhan di luar yang bersifat rutin. Misalnya di masa kawin dan di masa mabung, pola mandi Murai Batu cenderung mengalami perubahan. Atau pasca Murai Batu mengkonsumsi makanan yang cenderung membuat suhu tubuhnya meningkat, maka mandi adalah solusi terbaik untuk menstabilkan suhu tubuhnya. Perlu juga difahami, ada kondisi-kondisi tertentu yang bahkan membuat Murai Batu cenderung menghindar untuk mandi, misalnya: 1. Di masa awal kerontokan bulu pada saat mabung. 2. Di musim hujan, di mana pada saat itu Murai Batu cenderung bersembunyi direrimbunan pohon. Apakah kita bisa memahami kapan waktunya Murai Batu membutuhkan mandi...??? Bisa. Caranya dengan memperhatikan gerak-gerik dan bahas tubuh dari Murai Batu. Muri Batu yang sedang butuh mandi biasanya sering mematuki mangkok air minum bukan untuk minum, tapi seperti sedang memercik-mercikan air yang ada di dalam mangkok minumnya. Selain itu, Murai Batu yang butuh mandi juga sering memegarkan bulu di bagian kepala dan dadanya sambil menggoyang-goyangkan badannya seperti sedang membersihakn atau merapikan bulu. Semoga coretan tangan ini bisa bermanfaat.